Kenapa

Lagi-lagi aku mempertanyakan sesuatu yang aku sendiri tidak tau jawabannya.
Hingga aku merasa sangat kebingungan. Siapa yang bisa membantu ku menjawab pertanyaan itu? Menjawab seluruh kebingungan ku.

Aku tidak biasanya seperti ini. Selama 1.5 tahun ini aku sudah mulai jarang menghadapi fase seperti ini. Lalu pada hari ini, aku kembali mengalaminya.

Aku merasa sangat sedih, ketika aku tidak mampu menemukan jawaban atas pertanyaan ku sendiri. Ingin rasanya aku bersikap tidak peduli seperti biasanya. Tapi aku tidak bisa berbohong. Bahwa ini sangat mengganggu ku.

Aku bingung, kenapa aku harus ikut sedih hingga seperti ini untuk peristiwa yang orang lain alami dan bukan aku yang mengalaminya?
Bagaimana rasanya memusnahkan rasa peduli yang ada dalam diri kita terhadap orang lain?
Ketika begitu banyak sudut pandang yang satu sama lain bertentangan adanya. Lalu pada sudut pandang yang mana aku harus memihak?
Hati ku memihak pada sudut pandang a
Kepala ku memihak pada sudut pandang b.
Aku berusaha untuk berkompromi, dan memilih jalan tengah. Tapi tidak ada.
Aku selalu berusaha mengikuti isi kepala ku dan mengesampingkan isi hati ku.
Sampai kapan aku harus mengalami ini, pergolakan batin yang tidak kunjung beres.

Lalu seketika aku bisa tenang ketika aku menjadi acuh.
Ya sehari hari aku adalah si acuh "cuek"
Karena hanya itu yanh bisa menyelamatkan ku dan mengerem diri ku sendiri dari rasa peduli yang menyiksa diri ku sendiri.
Kini aku memilih untuk menolak berekspektasi terhadap apapun dan membiarkan kebaikan itu datang secara tidak terduga atas jawaban dari usaha yang aku lakukan setiap hari

Comments