Hingga pagi ini
Hari ini hingga pukul 4 pagi. Aku lagi-lagi tidak bisa menutup mata ku.
Banyak hal yang aku pikirkan. Hingga aku bingung mau membereskan yang mana dulu.
Sudah lama aku tidak mengalami insomnia, lalu beberapa hari ini aku kembali mengalaminya. Aku melihat orang disekitar ku sedang mengalami perpecahan, perpisahan dengan pasangan mereka masing-masing. Bahkan mereka yang sudah menikah, punya anak, bahkan yanh sudah persiapan menuju pernikahan. Seketika semunya memberi kabar bahwa mereka akan berpisah.
Lalu aku kembali melihat, banyak sekali orang yang berarti bagi ku, mereka memilih untuk belum menikah. Alasannya sederhana, banyak yang belum mereka capai di masa lajang mereka.
Lalu, aku mulai bingung. Kenapa begitu banyak kesendirian disekitar ku? Ternyata bukan hanya aku, tapi mereka pun mengalami kesendirian itu. Sesungguhnya, aku bingung kenapa aku harus ikut merasa sedih sampe seperti ini?
Aku meyakini setiap keputusan yang mereka ambil, adalah keputusan orang yang sudah dewasa. Keputusan yang sudah memiliki pertimbangan matang.
Bagi ku, perpisahan adalah hal yang sangat menyakitkan. Meskipun dalam sadar ku, aku selalu berusaha merasa bersyukur atas kehadiran mereka yang hanya sekilas namun bermakna di hidup ku. Tapi lagi lagi aku tidak bisa mengelak, aku tidak bisa berbohong. Bahwa perpisahan dengan orang yang sangat penting bagi kita adalah yang menyakitkan. Meskipun bagi aku sekalipun, orang yang selalu memilih untuk pergi dan memulai kehidupan baru di tempat yang baru, dengan kenangan baru.
Comments
Post a Comment