Media Sosial
Aku memilih menghapus facebook ku. Alasannya karena aku merasa tidak nyaman dengan akun itu. Banyak dari mereka semua sesekali menengok facebook, atau membagikan konten dari media sosial mereka lainnya. Membuat ku merasa tidak dekat dengan teman ku sendiri.
Saat aku melihat facebook, aku melihat masa lalu. Isinya kegiatan kuliah maupun bekerja. Bukan lagi berisi keseharian. Bahkan aku sangat benci ketika isinya adalah politik dan pertengkaran dari tulisan yang tak jelas adanya.
Aku juga menghapus twitter ku, alasannya karena banyak berisi masa lalu. Aku merasa tidak nyaman ketika aku harus menulis singkat. Ya meskipun tulisan ku juga tidak terlalu panjang. Aku merasa kedua hal dalam media sosial itu bukanlah aku.
Aku juga menghapus line ku. Alasannya karena aku lupa password dan user name ku. Beberapa kali aku keluar masuk grup karena aku lupa semua itu. Aplikasinya berat, sudah mulai sepi. Aku pun merasa kurang dekat dengan kontak dari pertemanan ku sendiri di line. Disana banyak orang-orang asing yang aku tidak kenal.
Media sosial lainnya yang sudah mulai tenggelam, aku juga menghapusnya. Bahkan Path yang sudah tutup secara resmi.
Aku hanya menggunakan WA, Instagram yang di kunci, blogspot, wordpress, linkedin, email serta youtube.
Aku berusaha melakukan apa yang membuat ku senang, membuat ku nyaman dan membuat ku bahagia. Aku bahagia ketika aku membuka WA. Aku mengenal deket isi kontak ku. Aku merasa bisa berbicara dengan mereka semua secara hangat. Aku juga bahagia menggunakan instagram, karena aku mensortir pertemanan ku juga instastory yang aku lihat. Aku bisa melihat keseharian orang-orang yang dekat, penting dan berharga untuk ku. Aku bahagia menggunakan blogspot karena aku bisa menulis dengan bebas, lugas dan bertanggung jawab.
Yap, selamat Ressy!
Kamu memiliki kemewahan itu. Otoritas dan kemerdekaan atas pilihan hidup mu sendiri. Yeay
Comments
Post a Comment