Kilas Balik
Beberapa minggu ini saya mengisi waktu luang saya untuk memikirkan keinginan saya ketika saya masih kecil.
Saya, kembali mengingat tentang apa yang saya inginkan, apa yang saya mau ketika saya masih kecil.
Tak disangka, saya kembali merindukan semua hal itu. Saya rindu dengan rutinitas dan impian yang saya bangun ketika saya masih kecil.
Masa kecil itu muncul ketika saya kembali menonton serial televisi lama yang sempat ditayangkan dimasa kecil saya.
Tayangan itu membuat saya tersadar, bahwa kedewasaan saya banyak melahirkan pemikiran baru dan membuat saya lupa beberapa pemikiran klasik saya yang saya rasa sangat menyentuh hati saya.
Saya begitu tersentuh dengan episode dari serial televisi yang saya tonton. Serial itu membuat saya teringat, masa ketika saya bertemu dengan sosok. Sosok yang mengayomi diri saya.
Dalam hati kecil saya, saya sangat merindukan sosok itu. Sosok yang mengayomi dan banyak mengajarkan saya. Dibalik semua sikap saya dan pandangan banyak orang tentang diri saya yang sangat kritis dan mandiri.
Saya adalah seorang pendengar. Saya suka mendengarkan orang memberikan nasehat, pemikiran dan perhatiannya terhadap saya.
Dilingkungan saya sekarang, terasa sangat jarang bertemu dengan sosok itu. Kini hanyalah ada sosok teman diskusi. Teman saya bercengkrama satu sama lain. Saya merasa kehilangan sosok itu.
Sosok yang membuat saya berkata iya tanpa banyak mempertanyakan atau membantah.
Karena saya percaya pada orang itu.
Bahkan sosok yang membuat saya membiarkan dia membantu saya tanpa saya merasa malu
Comments
Post a Comment